Assalamuallaikum Wr. Wb
Salam Optimis untuk kita semua.
Perkenalkan nama saya Indah Oktaviana, lahir di Taman Asri, 21 Oktober 1998, putri pertama dari tiga bersaudara putri bapak Sudarto dan Ibu Wakini, Saya lahir dan besar di Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. Saat ini saya baru saja menyelesaikan pendidikan Program Studi Diploma III Kebidanan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Abdi Nusantara Jakarta.
Baiklah saya akan berbagi mengenai perjalanan hidup saya sampai saat ini, saya lahir dan di besarkan dari keluarga menengah kebawah, bapak saya seorang buruh tani dan ibu saya seorang ibu rumah tangga, saya mempunya 2 adik perempuan, saya menempuh pendidikan di SD Negeri 1 Taman Asri, SMP Negeri 2 Purbolinggo, SMK Ma’arif NU 1 Purbolinggo dan saat ini saya baru saja menyelesaikan pendidikan Diploma III Kebidanan di STIKes Abdi Nusantara Jakarta.
Oh iya semua siswa yang mengajukan beasiswa tersebut adalah siswa yang memiliki prestasi luar biasa kecuali saya yang tidak punya apapun. Sembari menunggu kelulusan dan pengumuman beasiswa saya melamar berbagai pekerjaan seperti di perusahaan tapi nasib sedang tidak berpihak, saya lulus di test akademik dan wawancara tapi saya tidak bisa lulus di bagian Tinggi badan ya karena tinggi badan saya sangat minimal, lalu saya mendaftar kerja di PT indomarco Prismatama atau yang lebih di kenal dengan Indomart dan Alhamdulillah saya di terima, saya langsung mengurus semua persyaratanya dan tinggal menunggu panggilan untuk mulai bekerja. Lalu saya juga mendaftar kerja di sebuah toko di pasar tradisional di daerah saya dan Alhamdulillah saya di terima, keesokan harinya saya mulai bekerja di toko tersebut sambil menunnggu semuanya, sampai pada saatnya ada seorang guru yang mempunyai pengaruh besar di sekolahku mengatakan “ Kok kamu seperti balon sih nak, ada oarang kesana kamu ikut, ada orang kesini kamu ikut” iya karena saat itu semua pendaftaran kuliah dan kerja yang di tawarkan saya selalu ikut mendaftar sampai tibalah saya sudah bekerja selama 1 bulan. Kemudian saya mendapat undangan pelepasan Siswa SMK, sebenernya saya tidak berniat untuk datang karena saya sedang bekerja dan tidak mungkin untuk ijin, namun ada salah seoarang teman saya yang memaksa saya untuk hadir, dan terkejutnya di acara tersebut saya di berikan penghargaan sebagai peraih Nilai ujian terbaik jurusan Administrasi Perkantoran, namun sedihnya saya tidak bisa menggandeng tangan orang tua saya untuk maju kedepan karena memang orang tua saya tidak bisa hadir.
Keesokan harinya saya memberanikan diri untuk mempertanyakan kejelasan pengumumam beasiswa bidikmisi tersebut dan Alhamdulillah dari semua siswa yang mendaftar di sekolah saya menjadi satu satunya siswa yang di terima. Rasanya senang, bahagia dan terharu. Saya di haruskan bernagkat ke Jakarta tanggal 18 Agustus 2017.
Saat saya akan berangkat banyak orang yang menganggap tidak percaya kalau saya akan bisa menempuh pendidikan di bangku kuliah, namun saya akan membuktikan itu. Hari berlalu dan saya mulai menjalani aktivitas baru sebagai mahasiswi kebidanan di salah satu PTS di DKI Jakarta. Singkaat cerita saya belajar dengan giat karena saya sangat bersyukur telah di berikan kesempatan yang sangat berharga ini, hingga pada tahun pertama saat Capping Day atau yang lebih sering di sebut Prosesi Ucap Janji Mahasiswa saya berhasil menjadi juara Terbaik ke 2 dengan IPK 3,85, namun lagi-lagi saya tidak bisa menggandeng tangan kedua orang tua saya untuk maju kedepan menerima penghargaan tersebut di karenakan orang tua saya tidak bisa hadir karena suatu alasan.
Semester selanjutnya saya selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk kedua orang tua saya, dan menjdi mahasiswa kebidanan adalah kenggaan tersendiri karena disanalah saya di ajarkan menjadi manusia yang berkepribadiaan yang seutuhnya, hingga pada ahirnya saya dinyatakan sah menyandang gelar Ahli Madya Kebidanan dan menjalankan tugas Sebagai Seorang Bidan nantinya. Saya masih berharap bahwa ini bukan kesempatan terahir saya untuk melanjutkan pendidikan lebih lanjut, karena keinginan saya adalah menjadi tenaga kesehatan dan pengajar agar dapat membawa perubahan yang berdamnpak posistif untuk orang di sekitar saya.
Semoga tulisan ini bisa menginspirasi kaum muda untuk lebih optimis membuat perubahan, yang perlu di tanamkan pada setiap hati kaum muda adalah “Manusia bisa dan di bentuk dengan kerja keras, bukan dari sebuah kebetulan”.
Wassalamuallaikum Wr. Wb
0 Comments